PENTING! PAHAMI BEDA ANALISIS FUNDAMENTAL DENGAN TEKNIKAL
Jika kamu terlibat sebagai pelaku pasar modal, sangat penting untuk memahani apa itu analisis Fundamental dan apa itu analisis Teknikal? Fundamental dan Teknikal ialah dua hal kelompok yang berbeda, apa itu?, simak selengkapnya:
Analisis Fundamental
Analisis Fundamental itu adalah cara analisis saham dengan melihat atau didasarkan dengan kondisi perusahaan, kondisi ekonomi, bisnis model perusahaan, manajemen, kemampuan perusahaan menghasilkan laba, serta valuasi saham. Tipe analisis fundamental sangat berguna untuk kamu yang ingin mengetahui prospek ke depan sebuah saham dalam jangka panjang seperti lebih dari 1 tahun. Analisis fundamental pada umunya menggunakan indikator-indikator perusahaan yang tertera melalui laporan keuangan perusahaan seperti Price to Earning Ratio (P/E), Return to Equity (ROE), dan lain-lainnya.
Investor ternama di dunia, Warrent Buffet, mempercayai analisa fundamental kerap digunakan dalam melakukan investasi. Analisis fundamental kerap digunakan oleh investor jangka panjang seperti Warrent Buffet untuk menyaring saham yang termasuk pada kategori baik.
Analisis Teknikal
Analisis Teknikal adalah analisis berdasarkan pada data-data mengenai harga historis yang terjadi pada pasar saham. Dalam penerapan analisis teknikal, prediksi untuk membeli atau menjual saham dilakukan dengan melihat grafik historis pergerakan saham. Pengguna analisis ini pada umumnya disebut sebagai trader yang melakukan investasi secara jangka pendek seperti investasi secara harian atau mingguan. Salah satu pengguna analisa teknikal yang tersohor ialah George Soros. Analisis teknikal digunakan untuk memperlihatkan kondisi harga saham dari kejadian yang terjadi. Harga saham banyak digerakkan oleh peristiwa makro sampai suatu aksi korporasi.
Namun, investor pemula sering merasakan kewalahan kalau harus mengolah semua informasi tersebut. Belum lagi ditambah ada faktor implisit yang tidak diketahui oleh publik. Untuk itu analisis teknikal bakal membantu untuk mengantisipasi berbagai pergerakan harga saham. Selain itu, dalam investasi saham ada yang namanya history repeats itself, maksudnya, semua yang terjadi saat ini sudah pernah terjadi sebelumnya. History repeats itself terjadi karena respons manusia yang selalu sama dalam mengambil keputusan akibat dorongan fear and greed.
Lalu, analisis manakah yang paling baik untuk digunakan?
Tentunya dari kedua analisis memiliki keuntungan dan resiko masing-masing. Investor tentunya memiliki metode tersendiri dalam menentukan saham apa yang akan dibeli.
Comments
Post a Comment